Resources

26 April, 2009

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik Materi Statistika di Kelas IX SMP Negeri 3 Parepare

ABSTRAK


ANDI RUSDI. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik Materi Statistika di Kelas IX SMP Negeri 3 Parepare (dibimbing oleh Muhammad Bukka dan Bernard)

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu perangkat pembelajaran matematika realistik yang valid, praktis, dan efektif pada materi statistika di kelas IX SMP. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Siswa (BS), Buku Panduan Guru (BPG), dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
Jenis penelitian ini adalah pengembangan, model yang digunakan mengacu pada model 4-D yaitu (1) tahap pendefinisian (define) pada tahap ini dilakukan analisis pendahuluan, analisis siswa, analisis materi, analisis tugas, dan spesifikasi tujuan (2) tahap desain (design). Pada tahap ini dirancang perangkat pembelajaran dengan kegiatan meliputi: penyusunan tes acuan patokan, pemilihan media, pemilihan format, perancangan awal, (3) tahap pengembangan (develop), kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah validasi ahli, simulasi, ujicoba, dan (4) tahap penyebaran (desiminate), pada tahap ini hanya dilakukan dalam bentuk sosialisasi produk secara terbatas pada forum MGMP untuk memperoleh saran perbaikan.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) lembar penilaian validator, (2) lembar observasi keterlaksanaan perangkat, (3) lembar observasi kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, (4) lembar angket respon siswa, (5) lembar angket respon guru, dan (5) tes hasil belajar, instrumen ini digunakan untuk menentukan kriteria perangkat pembelajaran yang dikembangkan yakni valid, praktis dan efektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis dan efektif berdasarkan penilaian validator dan hasil uji coba yang dilaksanakan pada siswa kelas IX.7 SMP Negeri 3 Parepare.
Beberapa temuan terkait dengan karakteristik pembelajaran matematika realistik antara lain: (1) siswa masih sukar mendeskripsikan soal/masalah tanpa bantuan secara terbatas oleh guru, (2) siswa lebih aktif jika proses pemodelan dapat dilakukan sendiri oleh siswa, (3) inisiatif, strategi siswa dalam menyelesaikan suatu soal/masalah muncul apabila guru mampu memberikan pertanyaan terbuka dengan baik, (4) proses interaksi antara siswa dengan guru terkait dengan kemampuan guru dalam mengorganisasikan siswa dalam kegiatan kelompok, (5) proses intertwining, muncul pada saat siswa menuliskan contoh-contoh penggunaan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari pada akhir pembelajaran.

0 comments: